Kondisi tersebut membuat sejumlah bandara harus menghentikan operasionalnya sementara demi keselamatan penerbangan.
Beberapa bandara yang terdampak antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Taufiq Kiemas di Lampung Barat, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto di Curug, serta Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan.
“Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Taufiq Kiemas (Lampung Barat), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Budiarto (Curug), serta Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan),” kata AHY dilansir dari Antara.
Untuk mencegah penumpukan penumpang sekaligus menjaga konektivitas udara nasional, pemerintah menyiapkan lima bandara alternatif yang beroperasi penuh selama 24 jam mulai Senin.
Kelima bandara tersebut yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; Bandara Adi Soemarmo di Surakarta, Jawa Tengah; Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta; serta Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur.










