Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 30 jabatan kepala sekolah di berbagai daerah Provinsi Jawa Timur masih kosong dan sementara dijabat pelaksana tugas (Plt).
Hal itu disampaikan Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim dalam agenda pelantikan 65 kepala sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi, Rabu (3/62026).
Aries menjelaskan, kekosongan jabatan itu terjadi karena faktor kepala sekolah yang memasuki masa pensiun setiap bulan dan proses pengisian jabatan harus melalui tahap administrasi sampai pemerintah pusat.
“Masih banyak yang kosong karena ini kan bertahap, harus diusulkan. Karena hampir setiap bulan ada yang pensiun, akhirnya kita usulkan lagi, berikutnya juga kita usulkan,” kata Aries di Grahadi.
Jabatan yang masih kosong saat ini diisi oleh pelaksana tugas sampai surat keputusan pengangkatan kepala sekolah definitif diterbitkan.
“Iya, yang kosong sementara dijabat oleh PLT, tapi yang sudah saat ini dilantik langsung melaksanakan tugas,” imbuhnya.
Di sisi lain, Aries menyebut jumlah kepala sekolah yang semula diusulkan untuk dilantik hari ini mencapai 88 orang. Namun setelah melalui proses evaluasi, hanya 65 orang yang siap dilantik.
“Yang hari ini adalah 88 sebenarnya. Karena ini kan berproses. Namun di BKN ada berapa evaluasi. Jadi dari 88 itu yang siap dilantik hari ini adalah 65,” katanya.
Dari total tersebut, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah, sedangkan 35 lainnya merupakan hasil rotasi dan mutasi jabatan.
Aries menjelaskan, sebanyak 23 calon kepala sekolah batal dilantik karena terbentur aturan masa jabatan kepala sekolah yang dibatasi maksimal dua periode.
“Nah, 65 berarti ada sekitar 23 yang gagal dilantik karena memang aturannya bahwa yang sudah 2 periode tidak bisa lagi pindah di tempat yang berbeda karena memang mengikat aturan yang mengatakan bahwa kepala sekolah cukup sama 2 periode. 1 periode itu 4 tahun,” tandasnya.(wld/iss/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

