Dia berharap kegiatan donor darah yang dilakukan masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tapi harus tumbuh jadi budaya kepedulian di masyarakat Surabaya.
Sementara itu, Taufik Rohman Hidayat Wakil Ketua PMI Kota Surabaya menerangkan, 425 pendonor yang melakukan donor darah hingga 50 kali sampai 2026, terdiri dari 397 pendonor laki-laki dan 28 pendonor perempuan. Selain itu, dua pendonor tercatat memiliki golongan darah rhesus negatif.
Taufik menilai animo masyarakat Surabaya dalam mendonorkan darah cukup tinggi. Setiap bulan, PMI Kota Surabaya melayani sekitar 12 ribu pendonor atau berkisar 300 sampai 400 pendonor setiap hari.
“Kalau target kita tiap bulan itu 12 ribu pendonor. Itu sudah sesuai kebutuhan di Kota Surabaya. Bahkan sebenarnya jumlah pendonor bisa lebih tinggi dari itu,” ungkapnya.
Namun, PMI Kota Surabaya juga berupaya mengatur ritme pendonor untuk menjaga kualitas stok darah.

NOW ON AIR SSFM 100

