Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menyelamatkan seekor orangutan jantan yang ditemukan dalam kondisi kurus, mengalami dehidrasi, dan terisolasi, di kawasan perkebunan Desa Menamang Kanan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
M Ari Wibawanto Kepala BKSDA Kaltim mengatakan, orangutan berusia sekitar 20 tahun itu dievakuasi setelah pihaknya menerima laporan darurat terkait kemunculan satwa di area kerja perusahaan.
“Penyelamatan orangutan berusia 20 tahun ini kami lakukan setelah menerima laporan darurat terkait kemunculan satwa di area kerja perusahaan,” kata Ari di Samarinda, Kamis (17/9/2026) seperti dikutip Antara.
Laporan pertama diterima Call Center BKSDA Kaltim pada Minggu (13/9/2026). Kondisi satwa yang tampak lemah, direspon tim bergerak menuju lokasi di Kecamatan Muara Kaman.
“Tim Wildlife Rescue Unit BKSDA Kaltim bersama mitra Conservation Action Network (CAN) dan manajemen perusahaan merespons laporan tersebut pada Senin (14/9),” ujarnya.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena kawasan sekitar lokasi terdampak kekeringan cukup parah. Aliran sungai di sekitar habitat dilaporkan mengering, sehingga mengurangi ketersediaan air minum dan pakan alami.
“Saat dievakuasi, kondisi fisik orangutan jantan ini sangat kurus dengan bobot hanya berkisar 25 hingga 30 kilogram dari ukuran normal,” tutur Ari.
Orangutan tersebut juga diduga mengalami dehidrasi berat akibat minimnya pasokan air serta menurunnya kualitas vegetasi di kawasan sekitar.
Setelah berhasil diamankan, satwa langsung dibawa ke fasilitas perawatan untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
“Tim dokter hewan dari jaringan CAN langsung memberikan tindakan darurat untuk menstabilkan kondisi fisik serta memulihkan cairan tubuh satwa,” kata Ari.
Kondisi kesehatannya kini terus dipantau hingga stamina dan metabolisme tubuh dinilai membaik. Setelah melewati masa kritis, orangutan itu akan menjalani rehabilitasi lanjutan sebelum nantinya dikembalikan ke habitat alaminya.
“Sinergi cepat ini membuktikan bahwa komitmen bersama mampu memberikan harapan hidup baru bagi kelestarian satwa liar dari ancaman kekeringan,” tegas Ari.
BKSDA Kaltim juga mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan segera melaporkan jika menemukan satwa dilindungi untuk mencegah konflik dan membantu menjaga kelestarian habitat. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

