Sekitar 50 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo kembali mengalami keluhan kesehatan, setelah sebelumnya sempat mendapat penanganan medis terkait dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
KH Abdul Wahid Harun Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengatakan, sebagian santri yang sempat mengalami keracunan, mulai kembali ke pondok sejak Minggu (6/9/2026) pagi.
Santri yang kembali ke pondok pada Minggu malam, awalnya dalam kondisi baik. Kemudian pada Senin (7/9/2026) pagi, beberapa di antaranya mulai mengeluhkan gejala yang serupa dengan kejadian sebelumnya.
“Rata-rata setelah kami telaah, mereka yang kemarin kambuh itu adalah yang gelombang pertama hanya observasi di rumah sakit dan tidak sampai opname. Mungkin karena belum tuntas, sehingga kemarin kambuh, kata Gus Wahid saat on air di Radio Suara Surabaya, Rabu (9/9/2026) siang.
Pihak pesantren kemudian berkoordinasi dengan pemegang kebijakan dan mengerahkan ambulans dari sejumlah puskesmas untuk membawa santri ke rumah sakit.
Menurut Gus Wahid, keluhan yang dialami antara lain diare, muntah, pusing, dan sakit perut. Evakuasi dilakukan secara bertahap mulai Senin pagi hingga malam, kemudian berlanjut pada Selasa (8/9/2026).
Sejumlah santri dibawa ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS DKT Sidoarjo.
Gus Wahid mengatakan, ada santri yang sudah diperbolehkan kembali ke pondok pada Selasa dini hari. Namun, pihak pesantren menyarankan agar orang tua membawa pulang santri yang kondisinya belum benar-benar pulih.
“Selagi belum benar-benar tuntas, orang tuanya kita info untuk dibawa pulang. Tapi sebagian, tidak semuanya,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar santri yang harus kembali mendapatkan penanganan medis merupakan siswa jenjang SMP dan SMA atau sederajat MTs dan MA.
“Dari 50-an tadi, sampai siang ini tinggal satu dua saja,” ujar Gus Wahid.
Sebelumnya, sebanyak 32 santri Manbaul Hikam kembali mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Siti Hajar Sidoarjo pada Selasa (8/9/2026).
Eka Koordinator Humas RSI Siti Hajar Sidoarjo mengatakan, para santri tersebut sebelumnya pernah mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan makanan dalam program MBG.
Namun, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah keluhan yang kembali dialami para santri berkaitan dengan kasus dugaan keracunan MBG sebelumnya. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

