Dilansir dari Antara, intelijen Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri RI disebut telah berkoordinasi dan mengirimkan ratusan utusan ke negara-negara terkait.
Namun, informasi mengenai identitas dan status para WNI tersebut belum sepenuhnya terverifikasi oleh pemerintah.
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyatakan masih melakukan verifikasi terhadap informasi mengenai WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.
Yvonne Mewengkang Juru Bicara Kemlu RI mengatakan, proses verifikasi dilakukan melalui Perwakilan RI di negara terkait serta dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.
“Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut,” kata Yvonne dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

NOW ON AIR SSFM 100

