Senin, 31 Agustus 2026

9 Taman Nasional Ditutup Sementara untuk Pendakian, Termasuk Gunung Semeru

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Gunung Semeru erupsi disertai luncuran APG sejauh 3,5 km ke arah Besuk Kobokan pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Foto: PVMBG

Pemerintah menutup sementara aktivitas wisata pendakian di sejumlah taman nasional yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan mengatakan, kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi risiko keselamatan pendaki sekaligus memaksimalkan sumber daya dalam penanganan karhutla di enam provinsi prioritas.

“Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), tapi saya bisa umumkan sementara ada penutupan sementara terhadap 9 taman nasional,” kata Raja Juli pada Senin (31/8/2028).

Raja Juli menyampaikan keputusan itu setelah mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi di sejumlah kawasan taman nasional membuat upaya pemadaman semakin kompleks.

Salah satu dampaknya adalah penggunaan helikopter water bombing yang seharusnya dapat difokuskan untuk penanganan karhutla di enam provinsi prioritas.

Namun, kebakaran di kawasan taman nasional membuat armada tersebut harus dialihkan untuk membantu pemadaman.

“Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di enam provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut,” ujarnya dilansir dari Antara.

Penutupan pendakian, kata Raja Juli, bukan dimaksudkan untuk membatasi aktivitas masyarakat maupun minat pendaki mengunjungi taman nasional. Kebijakan tersebut lebih mengutamakan faktor keselamatan sekaligus mendukung efektivitas penanganan karhutla.

Ia mencontohkan kejadian di kawasan Bromo Tengger Semeru yang sebelumnya menyebabkan sekitar 170 pendaki terjebak akibat kondisi berisiko.

“Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak,” kata Raja Juli.

Adapun taman nasional yang ditutup sementara untuk aktivitas pendakian meliputi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk jalur Gunung Semeru, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Ciremai, Taman Nasional Tambora, Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Leuser, serta Taman Nasional Lorentz pada jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.

Sementara itu, pemerintah masih membuka secara terbatas aktivitas pendakian di beberapa kawasan dengan penerapan pengawasan lebih ketat dan pembatasan pada zona yang dinilai aman.

Kawasan yang masuk kategori buka terbatas tersebut yakni Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro), serta Taman Nasional Gunung Halimun Salak. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 31 Agustus 2026
28o
Kurs