Ahli geologi Amerika Serikat (AS) mengingatkan adanya ancaman bencana di kawasan Gunung Rainier, negara bagian Washington, yang berpotensi menimbulkan dampak destruktif seperti banjir bandang yang baru-baru ini melanda Nepal.
Ancaman itu berasal dari lahar atau aliran campuran air dan material bebatuan dari gunung berapi. Sementara ada lebih dari 90 ribu orang yang diketahui tinggal di zona bahaya lahar Gunung Rainier.
Holly Weiss-Racine ahli geologi dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan, lahar menjadi salah satu bahaya vulkanik paling berbahaya di kawasan Pegunungan Cascades karena jangkauan dan daya rusaknya.
“Lahar (aliran campuran air dan puing bebatuan) merupakan bahaya vulkanik paling berbahaya di kawasan Pegunungan Cascades, karena jangkauan dan daya rusaknya. Lebih dari 90.000 orang tinggal di zona bahaya lahar Gunung Rainier, dengan potensi dampak yang dapat menimpa jutaan orang,” kata Weiss-Racine sperti dikutip Antara dari RIA Novosti, Kamis (10/9/2026).
Lahar dari Gunung Rainier diperkirakan mampu meluncur sejauh puluhan kilometer dan menghancurkan bangunan maupun infrastruktur yang berada di jalurnya.
Gunung dengan ketinggian sekitar 4.392 meter itu memiliki sejarah aliran lahar besar. Menurut USGS, sedikitnya 11 lahar besar tercatat meluncur dari Gunung Rainier selama 6.000 tahun terakhir hingga mencapai dataran rendah Puget Sound.
Adapun potensi bahaya tersebut kembali menjadi perhatian setelah banjir bandang melanda wilayah utara Nepal pada 26 Agustus 2026.
Bencana di Nepal terjadi setelah aliran air sangat deras meluap ke Sungai Bhotekoshi. Banjir disebut terjadi setelah pencairan gletser memicu tanah longsor.
Banjir bandang itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, sementara lebih dari 5.500 orang dilaporkan hilang.
Meski sama-sama berpotensi menghasilkan aliran material dengan daya rusak besar, ancaman di Gunung Rainier berasal dari lahar gunung berapi, sedangkan bencana di Nepal dikaitkan dengan pencairan gletser dan longsor. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

