Ia mengatakan bahwa AI bukan pengganti guru, melainkan alat bantu untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai karakter peserta didik.
Dalam materi yang ia sampaikan, yakni Science Storybook dengan bantuan AI, ia menjelaskan bahwa konsep tersebut memadukan sains dengan cerita sehingga materi yang sulit dapat dipahami melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan anak.
Langkah tersebut menurutnya memudahkan guru dalam menyusun cerita, ilustrasi, hingga aktivitas belajar yang sesuai dengan capaian pembelajaran.
“Anak-anak pada dasarnya menyukai cerita. Ketika konsep sains dikemas dalam bentuk cerita yang menarik, mereka lebih mudah memahami sekaligus mengingat materi. AI dapat membantu guru mempercepat penyusunan bahan ajar, namun kreativitas dan sentuhan pedagogis tetap berada di tangan guru,” jelasnya.
Sementara itu, Nafiah Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memperkenalkan pemanfaatan AI untuk membangun Learning Management System (LMS) dan media pembelajaran interaktif tanpa coding.

NOW ON AIR SSFM 100

