Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya akan memperkuat sistem antisipasi pencemaran air baku pascakejadian air keruh dan berbusa di kali dan rumah warga Minggu (6/9/2026).
Tias Alvin Papatria Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya menyebut, upaya antisipasi itu dengan meminta akses early warning milik Perum Jasa Tirta (PJT) I.
Menurutnya akses itu perlu agar mempercepat antisipasi kondisi darurat yang berpotensi memengaruhi kualitas air baku.
“Saya minta kepada Dirutnya (PJT I) untuk kita punya akses ke early warning tersebut. Sehingga kita sudah antisipasi lebih dulu, dan kita sepakat bahwa PDAM Surabaya akan mendapatkan akses ke early warning tadi,” kata Tias, Rabu (9/9/2026).
Kata Tias, penyebab busa yang mencemari air sungai hingga ke rumah warga itu karena bahan baku pabrik detergen yang terbakar sebelumnya.
“Dari teman-teman di lapangan dugaannya adalah adanya kebakaran pabrik detergen. Yang terbakar itu katanya itu adalah bahan bakunya, sehingga itu menjadi pencemaran di sungai Surabaya,” ujarnya.
Kemudian ditangani dengan menggelontoran air untuk mengencerkan konsentrasi pencemar. Penanganan juga dilakukan di IPAM dengan penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan busa.
“Alhamdulillah segera pulih, sehingga IPAM kami sudah bisa bekerja normal, dengan optimal, sehingga air yang dihasilkan kembali seperti semula,” kata Tias.
Selain memperkuat sistem early warning, Perumda Surya Sembada juga berencana melakukan penambahan screening pada sumur intake untuk mengurangi polutan yang masuk ke instalasi pengolahan.
“Kami coba nanti akan membuat diskusi lagi dengan PJT I untuk membuat semacam screening di air intake kami,” ujarnya.
Tias memastikan kualitas air akan terus dipantau, termasuk tingkat kekeruhan dan sejumlah parameter kesehatan air lainnya.
“Yang ke rumah pelanggan itu menjadi prioritas kami. Kami memastikan bahwa air yang mengalir sampai ke rumah pelanggan aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.
PAM Surya Sembada juga mengimbau pelanggan melapor jika menemukan air keruh atau berbusa.
Pengaduan dapat disampaikan melalui Call Center 24 jam di nomor 0800-192-6666 atau WhatsApp Center 0812-331-6666.
“Para pelanggan menjadi prioritas kami dan mohon untuk tidak ragu-ragu sedikitpun kalau menemukan hal-hal yang mungkin tidak berkenan atau seperti kekeruhan atau ada busa, segera berkoordinasi dengan kami. Kami online 24 jam,” tutupnya. (lta/saf/ipg)









