Air baku IPAM Karang Pilang berasal dari Sungai Surabaya dan dipasok melalui PJT I. Menurut Louis, kualitas air baku yang masuk saat itu berada jauh di bawah kondisi normal.
Ia menyebut air baku yang biasanya berada pada kategori dua saat gangguan meningkat menjadi kategori tiga, bahkan empat dan lebih dari empat. Kondisi tersebut membuat proses pengolahan di IPAM Karang Pilang kewalahan.
Louis menjelaskan, dalam kondisi normal, kandungan polutan dapat dihentikan pada tahap awal pengolahan. Namun, pada Sabtu (5/9/2026) malam, polutan tetap melewati sejumlah tahapan pengolahan hingga masuk ke proses filtrasi.
PDAM sebelumnya telah bersurat kepada PJT I sejak Jumat (4/9/2026), setelah mendeteksi peningkatan kandungan organik sekaligus penurunan volume air baku. PDAM meminta tambahan debit air untuk membantu mengencerkan konsentrasi polutan.
Pada Minggu pagi, kualitas air baku yang masuk ke IPAM Karang Pilang mulai membaik. Namun, sisa air yang sebelumnya masuk ke jaringan masih perlu dikeluarkan melalui proses wash out.
PDAM mengimbau pelanggan yang masih menerima air keruh, berbusa, atau berbau untuk segera melapor agar petugas dapat melakukan penanganan pada jaringan di sekitar lokasi. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

