Kondisi tersebut juga diwarnai penyampaian aspirasi dari sejumlah warga dan pengguna jasa yang meminta antrean segera diurai setelah kepadatan berlangsung sekitar tiga hari.
Di sisi Ketapang, antrean sekitar 17 kilometer didominasi kendaraan logistik. Sementara di Gilimanuk, penguraian antrean dilakukan melalui optimalisasi armada, peningkatan frekuensi perjalanan, dan penyesuaian pola operasi.
ASDP menyebut karakteristik kendaraan logistik yang melintas cukup beragam, baik dari sisi dimensi maupun muatan. Sejumlah kendaraan juga terindikasi memiliki dimensi atau muatan yang melebihi ketentuan.
Kondisi tersebut memengaruhi proses pengaturan dan pemuatan kendaraan karena harus disesuaikan dengan kapasitas serta karakteristik kapal dan ketentuan keselamatan pelayaran.
Karena itu, pengaturan kendaraan diperketat sejak area antrean hingga proses pemuatan. Langkah tersebut dilakukan bersama regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan terkait agar kapasitas kapal dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan keselamatan.









