Minggu, 23 Agustus 2026

Anwar Ibrahim Surati Prabowo, Minta Bantu Bereskan Masalah Investasi Felda di Indonesia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kunjungan Anwar Ibrahim PM Malaysia dengan Prabowo Subianto Presiden RI di Jakarta, Jumat (27/3/2026). Foto: Antara

Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia mengatakan sudah mengirim surat kepada Prabowo Subianto Presiden RI untuk meminta bantuan terkait persoalan investasi Federal Land Development Authority (Felda) di PT Eagle High Plantations Tbk (EHP), perusahaan sawit Indonesia.

Investasi itu dilakukan pada masa pemerintahan Najib Razak Perdana Menteri sebelum Anwar. Saat itu, Felda menanamkan modal di perusahaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tersebut.

“Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto, meminta beliau untuk juga melihat juga masalah ini,” kata Anwar dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Sabtu (22/8/2026), yang dikutip Antara.

Anwar tidak merinci persoalan yang sedang dihadapi Felda. Tapi, dia menyebut kerugian lembaga itu bisa mencapai 2,5 miliar Ringgit atau sekitar Rp11 triliun, jika masalah investasi itu tidak ditangani.

Menurut laporan yang dikutip, Felda hingga kini belum bisa mendapatkan kembali dana investasinya karena persoalan dengan EHP masih berlangsung di pengadilan Indonesia.

Felda sendiri merupakan lembaga Pemerintah Malaysia yang bergerak di bidang pembangunan permukiman dan pengembangan ekonomi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Dari total investasi yang telah dikeluarkan, Felda disebut hanya berpotensi mendapatkan pengembalian sekitar 200 juta ringgit atau setara Rp876 miliar.

Dengan kondisi itu, Anwar meminta Prabowo ikut melihat persoalan investasi tersebut dan membantu mencari jalan penyelesaiannya. (ant/bil)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 23 Agustus 2026
32o
Kurs