Sepuluh warga negara Indonesia (WNI) ditangkap di Arab Saudi diduga terkait aktivitas promosi dan jual beli keberangkatan haji non-prosedural.
Maria Assegaf Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI menyampaikan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya tegas pemerintah Arab Saudi dalam menertibkan penyelenggaraan ibadah haji.
“Pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi, La Haj bila Tasrih, atau tidak ada haji tanpa izin resmi. Jika ada WNI yang menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas hukum Arab Saudi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Maria menegaskan bahwa sanksi tidak hanya menyasar calon jemaah, tetapi juga pihak-pihak yang terlibat dalam pengorganisasian, promosi, hingga pengambilan keuntungan dari praktik haji ilegal.
Di dalam negeri, kata dia, pemerintah juga meningkatkan pengawasan melalui Satgas Haji Ilegal yang melibatkan lintas kementerian dan aparat penegak hukum.
Operasi ini difokuskan pada titik-titik keberangkatan strategis untuk mencegah keberangkatan jemaah secara non-prosedural.
“Operasi Satgas Haji Ilegal telah menggagalkan sejumlah keberangkatan yang diduga terkait haji ilegal. Ini bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari penipuan,” jelasnya.
Meski demikian, menurut Maria, penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M secara umum berjalan lancar.
Hingga awal Mei 2026, puluhan ribu jemaah Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci dan mendapatkan pendampingan penuh dari petugas.
Namun, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji tanpa antre melalui jalur ilegal.
Selain berisiko merugikan secara finansial, pelanggaran tersebut juga dapat berujung pada sanksi pidana, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi dalam jangka waktu panjang.
“Ibadah haji harus dilaksanakan secara sah, aman, dan sesuai aturan. Jika menemukan indikasi penipuan atau praktik haji ilegal, segera laporkan kepada aparat,” tegas Maria.
Selain isu penegakan hukum, pemerintah juga mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan selama berada di Arab Saudi, mengingat suhu di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 37 hingga 39 derajat Celsius.
“Mari kita prioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kekhusyukan ibadah agar jemaah dapat menjalankan haji secara optimal,” tutupnya. (faz/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

