Minggu, 4 Januari 2026

AS Dilaporkan Serang Venezuela, Ledakan Terdengar di Ibu Kota

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Foto kobaran api di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, setelah serangkaian ledakan di Caracas pada 3 Januari 2026. Foto: AFP

Amerika Serikat dilaporkan melakukan serangan ke Venezuela. Merespons hal itu, Pemerintah Venezuela menuduh AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target sipil dan militer di negara tersebut.

Dilansir dari Reuters pada Sabtu (3/1/2026) pagi waktu setempat, seorang pejabat AS mengamini serangan tersebut. Namun pejabat itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Venezuela menyebut tindakan itu sebagai bentuk agresi militer serius dan menyerukan warga untuk bersatu menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman.

“Seluruh negeri harus bergerak untuk mengalahkan agresi imperialis ini,” bunyi pernyataan pemerintah Venezuela.

Media di Amerika Serikat melaporkan bahwa Donald Trump Presiden AS memerintahkan operasi militer itu, meskipun Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan komentar resmi.

Ledakan dan suara pesawat terbang rendah dilaporkan terdengar di Caracas pada Sabtu dini hari.

Pemerintah Venezuela menyebut serangan juga menimpa tiga negara bagian lainnya: Miranda, La Guaira, dan Aragua. Pihak berwenang menuduh bahwa tujuan serangan adalah menguasai sumber daya strategis, termasuk minyak dan mineral.

Gustavo Petro Presiden Kolombia menulis di media sosial bahwa Venezuela sedang menghadapi serangan rudal dan menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Para saksi mata melaporkan mendengar beberapa ledakan di sekitar kota dan melihat kepulan asap dari instalasi militer di Caracas, termasuk lapangan terbang militer La Carlota dan pangkalan Fuerte Tiuna. Bandara Higuerote di sebelah timur Caracas juga disebut-sebut terdampak.

Sejak Agustus 2025, AS dilaporkan melakukan berbagai tindakan terhadap pemerintah Nicolás Maduro, termasuk pengerahan militer di lepas pantai Venezuela, serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba, serta penyitaan dan blokade kapal tanker minyak yang dikenai sanksi.

Pihak terkait hingga kini belum memberikan konfirmasi independen mengenai insiden ini, dan situasi di lapangan masih dipantau secara ketat oleh media internasional. (saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Minggu, 4 Januari 2026
25o
Kurs