Minggu, 4 Januari 2026

AS Dilaporkan Serang Venezuela, Maduro Deklarasikan Darurat Nasional

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Asap mengepul di Bandara La Carlota setelah ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di Caracas, Venezuela pada 3 Januari 2026. Foto: AP

Amerika Serikat dilaporkan melakukan serangan di wilayah Venezuela, kata seorang pejabat AS, setelah ledakan mengguncang ibu kota Caracas pada Sabtu (3/1/2025).

Dilansir dari Reuters, insiden tersebut terjadi di tengah ancaman berulang Donald Trump Presiden AS terhadap kepemimpinan Nicolas Maduro.

Pemerintah Venezuela menyebut serangan juga terjadi di Provinsi Miranda, Aragua, dan La Guaira. Menanggapi situasi tersebut, Maduro mengumumkan darurat nasional dan memobilisasi pasukan pertahanan.

Menurut saksi dan rekaman yang beredar di media sosial, ledakan, suara pesawat, dan asap hitam terlihat di seluruh Caracas pada Sabtu mulai pukul 02.00 pagi waktu setempat selama sekitar 90 menit. Warga kota menyaksikan langit yang diterangi kilatan oranye dan merekam momen penuh ketakutan.

BACA JUGA: AS Dilaporkan Serang Venezuela, Ledakan Terdengar di Ibu Kota

Beberapa wilayah selatan Caracas, termasuk dekat pangkalan militer besar, mengalami pemadaman listrik akibat serangan tersebut.

Sejak 2013, Maduro memimpin Venezuela, dan Trump berkali-kali mengancam operasi darat di negara penghasil minyak itu. AS, oposisi Venezuela, dan sejumlah negara menilai Maduro mempertahankan kekuasaan melalui pemilihan yang dimanipulasi pada tahun lalu.

Trump sendiri belum mengungkap secara publik tujuan serangan, namun menurut laporan Reuters, ia secara pribadi menekan Maduro agar meninggalkan jabatan. “Akan sangat bijak jika Maduro menyerahkan kekuasaan,” ujar Trump pada pekan lalu.

Juru bicara Pentagon mengarahkan pertanyaan ke Gedung Putih, yang menolak berkomentar.

Dalam pernyataan resmi, pemerintah Venezuela menuduh serangan itu bertujuan untuk merebut minyak dan mineral negara tersebut.

“Amerika Serikat tidak akan berhasil mengambil sumber daya kami,” tegas pernyataan itu.

AS memang telah memperkuat kehadiran militer di kawasan, termasuk kapal induk, kapal perang, dan jet tempur canggih yang ditempatkan di Karibia.

Selain itu, Trump memperluas sanksi terhadap pemerintah Maduro, memblokade minyak Venezuela, dan menargetkan lebih dari dua puluh kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di Samudra Pasifik dan Laut Karibia.

Minggu lalu, Trump mengaku AS menyerang lokasi di Venezuela yang digunakan untuk memuat narkoba. Ini menandai pertama kalinya Washington melakukan operasi darat di negara itu sejak kampanye tekanan dimulai.

Ia tidak menyebut apakah operasi tersebut dilakukan oleh CIA, namun laporan media lain menyatakan badan intelijen tersebut terlibat.

Trump menuduh Venezuela mengirim narkoba ke AS dan selama berbulan-bulan melancarkan serangan udara terhadap kapal yang diduga membawa narkotika.

Banyak negara mengutuk aksi ini sebagai pembunuhan di luar hukum, sementara pemerintah Maduro selalu membantah terlibat perdagangan narkoba. (saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Minggu, 4 Januari 2026
25o
Kurs