Selasa, 28 Juli 2026

ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Akibat Cuaca Ekstrem

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Antrean kendaraan yang hendak menaiki kapal feri di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Foto: ASDP

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menghentikan sementara operasional penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada waktu-waktu tertentu menyusul cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Bali.

Kebijakan tersebut diambil melalui koordinasi bersama KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, BMKG, serta Kepolisian sebagai langkah mitigasi untuk menjamin keselamatan penumpang maupun awak kapal.

Arief Eko Kurniansjah General Manager ASDP Ketapang menegaskan, seluruh keputusan operasional didasarkan pada rekomendasi cuaca maritim dari BMKG dan hasil koordinasi lintas instansi, bukan keputusan sepihak operator.

“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan. Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran,” ujar Arief dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, penghentian sementara operasional bersifat dinamis dan akan terus menyesuaikan perkembangan cuaca di lapangan. Layanan penyeberangan akan kembali dibuka setelah kecepatan angin maupun tinggi gelombang berada pada batas aman.

ASDP bersama BMKG juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca secara berkala agar potensi cuaca ekstrem dapat dideteksi lebih dini sehingga keputusan operasional bisa dilakukan secara cepat dan tepat.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kepadatan kendaraan, ASDP mengaktifkan buffer zone di kawasan Bulusan. Lokasi tersebut difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi kendaraan yang belum dapat menyeberang selama operasional dihentikan.

Setelah kondisi cuaca membaik, ASDP akan mengoptimalkan penambahan armada guna mempercepat penguraian antrean kendaraan yang sempat tertahan.

Di sisi lain, pengaturan arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang juga dilakukan bersama Polres Banyuwangi agar lalu lintas tetap tertib dan tidak menimbulkan kemacetan di sekitar kawasan pelabuhan.

“Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif secara terpadu, mulai dari pemantauan cuaca, penyediaan buffer zone, kesiapan armada, hingga pengaturan lalu lintas bersama kepolisian. Upaya ini kami lakukan agar dampak penyesuaian operasional dapat diminimalkan sekaligus menjaga kelancaran layanan,” kata Arief.

ASDP mengimbau masyarakat, terutama pengguna jasa penyeberangan dan kendaraan logistik, untuk memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan menuju pelabuhan.

Pengguna jasa juga diminta menyesuaikan jadwal keberangkatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan serta kelancaran operasional.

Meski terjadi penundaan akibat kondisi force majeure, ASDP memastikan tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan dapat digunakan kembali setelah layanan penyeberangan dibuka normal.

Untuk memperoleh informasi terkini mengenai jadwal operasional maupun layanan penyeberangan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center ASDP 191.

“Kami memohon pengertian seluruh masyarakat. Kebijakan ini semata-mata untuk melindungi keselamatan jiwa. Kami juga memastikan hak pengguna jasa tetap terlindungi karena tiket yang telah dibeli tetap dapat digunakan ketika layanan kembali beroperasi normal,” tutur Arief. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Surabaya
Selasa, 28 Juli 2026
28o
Kurs