Sementara, grafik Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) yang sempat meningkat pada 5 September, kini menunjukkan tren penurunan sejak 6 September.
Data deformasi juga menunjukkan adanya inflasi tipis atau penggembungan tubuh gunung sejak awal Agustus di Stasiun Tanjung, sementara pemantauan di Stasiun Lava93 menunjukkan pola relatif konstan.
Berdasarkan seluruh hasil evaluasi itu, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Pembatasan itu diberlakukan karena masih ada potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, awan panas, aliran lava, hingga hujan abu.
Warga pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait potensi tsunami akibat erupsi.
Selain itu, masyarakat dianjurkan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. (ant/bil/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

