Pada Minggu (6/9/2026) pagi, setidaknya empat gunung api tercatat mengalami erupsi bersamaan, yakni Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Semeru di Jawa Timur.
Bahkan, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dirasakan mulai Provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat, dan menimbulkan gangguan terhadap operasional sejumlah Bandara.
Dampaknya, delapan bandara sempat ditutup, yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Terkait hal itu, Doktor Amien Widodo Pakar Geologi sekaligus peneliti Pusat Studi Bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjelaskan, penutupan penerbangan saat sebaran abu vulkanik mencapai ruang udara itu bukan tanpa alasan.
“Hal ini karena abu gunung api bisa mengganggu bahkan bisa membuat mesin pesawat mati,” jelas Amien dalam keterangannya yang diterima Suara Surabaya, Senin (7/9/2026).

NOW ON AIR SSFM 100

