Aksi Damai di Depan Grahadi Surabaya, Massa Desak Prabowo-Gibran Mundur
Minggu, 8 November 2026 | 16:10 WIB
Srikandi Suroboyo membawa pembalut untuk dibagikan kepada polwan di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (8/11/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net
“Kalau bagi kami, polwan juga perempuan, kena menstruasi juga ya kan? Mereka juga kena pajak PPN pembalutnya. Ya kita bagilah, berbagi ke mereka gitu aja,” ucapnya.
Melalui aksi tersebut, Srikandi Bergerak sekaligus menyuarakan tuntutan agar pembalut tidak lagi dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Rina menilai menstruasi merupakan kebutuhan biologis yang dialami seluruh perempuan sehingga pembalut seharusnya bisa diakses tanpa dibebani pajak.
Ia berharap pemerintah menghapus PPN pembalut karena kebutuhan tersebut bukan pilihan, melainkan kebutuhan dasar perempuan.
“Harapannya itu dihapus ya, sesuai tuntutannya Srikandi, pembalut sebaiknya tidak dikenai PPN gitu,” ucapnya.