Anastasia Putri dari Srikandi Bergerak menambahkan bahwa aksi tersebut berangkat dari keresahan perempuan yang berkembang di media sosial.
Gerakan itu kemudian mendapat dukungan dari perempuan di Surabaya dan sejumlah daerah sekitarnya.
“Kami melakukan aksi hati ini, karena mempunyai keresahan yang sama,” ucapnya.
Melalui aksi itu, Srikandi Bergerak berharap semakin banyak perempuan dari berbagai latar belakang bersatu menyuarakan persoalan yang mereka hadapi.
“Harapan kami untuk ibu-ibu yang sedang berjuang, apapun background-nya, mulai dari ibu rumah tangga, ibu guru, mahasiswa, semua perempuan, kita tetap berjuang bersama. Tidak ada perbedaan ras, agama, keyakinan, terus status sosial, segala macam, tidak ada. Kita semua perempuan harus jadi satu,” ujarnya.
Selain tuntutan atas hak perempuan, Srikandi Bergerak yang bergabung dengan Aliansi Suroboyo Bergerak juga menyampaikan sejumlah kritik lain, seperti untuk progam Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

