“BEC bukan sekadar karnaval kostum biasa, namun sebuah mahakarya seni berakar kearifan lokal. Ide dan tema yang diangkat setiap tahun diambil dari seni, budaya, tradisi, sejarah hingga potensi alam Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya,” ujar Ipuk, Selasa (7/7/2026).
Pada penyelenggaraan tahun ini, puluhan rancangan kostum akan terbagi dalam lima subtema yang menggambarkan berbagai sisi Perang Bayu.
Subtema pertama, “Pejuang Blambangan”, menampilkan sosok-sosok pahlawan lokal seperti Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit yang menjadi simbol perlawanan rakyat Blambangan.
Selanjutnya, subtema “Genderang Perang” menghadirkan visualisasi persenjataan tradisional yang digunakan dalam peperangan, seperti keris, tombak, dan jemparing atau panah.
Subtema ketiga, “VOC dan Sekutu”, menggambarkan kekuatan kolonial yang menyerang Blambangan, termasuk pasukan VOC beserta atribut kekuasaannya.

NOW ON AIR SSFM 100

