Kemudian, subtema “Situs Perang” mengangkat lokasi-lokasi bersejarah yang menjadi saksi pertempuran, di antaranya Rowo Bayu, Teluk Pang-pang, dan Pelabuhan Grajagan.
Sementara subtema terakhir, “Hasil Bumi”, menampilkan kekayaan alam Banyuwangi seperti rempah-rempah dan hasil perkebunan yang pada masa itu menjadi salah satu alasan utama kedatangan bangsa kolonial.
“Inilah kekayaan tema lokal Banyuwangi yang tidak akan pernah habis digali. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat kesemua subtema tersebut divisualisasikan secara kreatif dalam sebuah rancangan kostum karnaval,” kata Ipuk.
BEC merupakan salah satu agenda unggulan dalam kalender Banyuwangi Festival atau Banyuwangi Attraction 2026.
Sejak pertama kali digelar pada 2011, ajang ini terus berkembang menjadi daya tarik wisata nasional dan sejak 2022 rutin masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

NOW ON AIR SSFM 100

