Selain pencarian di permukaan, Basarnas juga menyiapkan operasi bawah air dengan melibatkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, BSG, serta tim penyelam lainnya. Operasi bawah air akan didukung KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang sudah berada di lokasi pencarian.
“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kami berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” katanya.
Syafii menyebut KRI Canopus memiliki kemampuan pencarian bawah air, termasuk dukungan drone yang bisa dioperasikan di bawah permukaan. Tapi, personel penyelam belum diterjunkan karena kondisi arus di lokasi belum memungkinkan.
“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ucapnya.
Basarnas masih mengutamakan keselamatan personel sambil menunggu kondisi arus lebih aman. Personel BSG juga sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memperkuat operasi.

NOW ON AIR SSFM 100

