Pemerintah berhasil memulangkan Ashari Samadikun salah satu korban sandera perompak Somalia Kapten Kapal MT Hanour 25. Ashari mengakui bersyukur selamat dan sudah kembali bersama keluarga, namun masih ada trauma atas peristiwa itu.
“Saya bisa pending dulu (pertimbangkan berlayar). Masih memperbaiki (perasaan), karena sampai sekarang saya belum bisa (memutuskan). Saya masih terpikirkan keluarga kru saya, terbayang-bayang kru saya, karena saya lihat dengan mata kepala (ditembak),” ujar Ashari di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026), dilansir Antara.
Ia menceritakan semasa penyanderaan lima bulan dikapal, mulai 21 April sampai pada pembebasan 29 September 2026, tawanan laki-laki bisa bertahan, namun pihak keluarga cemas menunggu kabar baik.
“Itu yang saya sangat sedih. Semoga kita semua bisa pulang dengan selamat. Tapi Allah SWT berkehendak. Ada dua kru saya tidak bisa pulang, itu yang buat saya sampai sekarang masih terpukul,” ujarnya sebagai pemimpin di kapal itu.
Ia bercerita, terkait kokinya yang sempat memanggil sebelum meninggal dan menirukan ucapannya dalam bahasa Inggris diartikan ke bahasa Indonesia, kapten tolong saya (koki), jangan pergi, jangan mati, tetap kuat.
NOW ON AIR SSFM 100

