Jumat, 9 Oktober 2026

Belum Layar Lagi, Ashari Korban Sandera Pembajak Somalia Masih Trauma

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Korban sandera perompak Somalia Kapten Kapal MT Hanour 25 Ashari Samadikun (kiri) bersama orang tuanya Syamsuddin Dg Awing (kanan) didampingi Siti Aminah (tengah) saat berada dikediamannya Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026). Foto: Antara.

Pemerintah berhasil memulangkan Ashari Samadikun salah satu korban sandera perompak Somalia Kapten Kapal MT Hanour 25. Ashari mengakui bersyukur selamat dan sudah kembali bersama keluarga, namun masih ada trauma atas peristiwa itu.

“Saya bisa pending dulu (pertimbangkan berlayar). Masih memperbaiki (perasaan), karena sampai sekarang saya belum bisa (memutuskan). Saya masih terpikirkan keluarga kru saya, terbayang-bayang kru saya, karena saya lihat dengan mata kepala (ditembak),” ujar Ashari di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026), dilansir Antara.

Ia menceritakan semasa penyanderaan lima bulan dikapal, mulai 21 April sampai pada pembebasan 29 September 2026, tawanan laki-laki bisa bertahan, namun pihak keluarga cemas menunggu kabar baik.

“Itu yang saya sangat sedih. Semoga kita semua bisa pulang dengan selamat. Tapi Allah SWT berkehendak. Ada dua kru saya tidak bisa pulang, itu yang buat saya sampai sekarang masih terpukul,” ujarnya sebagai pemimpin di kapal itu.

Ia bercerita, terkait kokinya yang sempat memanggil sebelum meninggal dan menirukan ucapannya dalam bahasa Inggris diartikan ke bahasa Indonesia, kapten tolong saya (koki), jangan pergi, jangan mati, tetap kuat.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 9 Oktober 2026
35o
Kurs