Senin, 31 Agustus 2026

BEM SI Jatim Desak Pemerintah Prioritaskan Anggaran untuk Penanganan Bencana

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Aksi teatrikal yang digelar BEM SI Jatim di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (31/8/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur mengkritik pemerintah supaya memprioritaskan penggunaan anggaran untuk penanganan bencana.

Kritik tersebut disampaikan BEM SI Jatim dalam aksi simbolik yang diikuti sekitar 200 mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8/2026) sore.

Rizqy Senja Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) sekaligus koordinator aksi menilai, pemerintah masin gencar mengucurkan anggaran untuk program MBG dan KDKMP di tengah bencana yang melanda sejumlah daerah Indonesia.

Bencana tersebut seperti gempa bumi di NTT, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, hingga wilayah Aceh yang belum pulih pascabanjir bandang.

Dari kondisi tersebut, Rizqy menilai pemerintah belum bisa hadir untuk memulihkan daerah terdampak bencana dan kondisi masyarakat.

“Kalau kita lihat hari ini pemerintah itu masih gencar-gencarnya mengucurkan anggarannya untuk MBG dan KDMP, tetapi kalau misalnya kita lihat kondisi bangsa hari ini ternyata bencana-bencana yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia seperti di NTT, di Kalimantan, di Aceh yang belum pulih hari ini, di Lampung, di Papua juga kemarin, bahkan di NTB, Negara belum benar-benar bisa hadir untuk memulihkan bencana, memulihkan kondisi masyarakat di sana,” ujar Rizqy ditemui di lokasi.

“Kami menuntut kekuasaan untuk benar-benar memprioritaskan anggarannya untuk penanganan bencana hari ini,” sambungnya.

Sementara itu sejumlah BEM dari berbagai kampus turut terlibat dalam aksi pada sore hari ini. Antara lain BEM Unair, BEM PPNS, BEM dari kampus Madura, dan BEM dari sejumlah kampus di Malang.

“Perkiraan sekitar ini masih belum datang semua. Dari Madura masih menyusul nanti kurang lebih kisaran 200 orang,” ungkapnya.

Presbem Unair tersebut juga menegaskan bahwa aksi hari ini merupakan permulaan saja, nantinya akan ada rangkaian aksi di Surabaya yang diperkirakan berlangsung pada September 2026 mendatang.

“Nanti ditunggu aja ya karena masih akan ada banyak konsolidasi lagi. (Bulan September?) Insyaallah,” pungkasnya. (wld/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 31 Agustus 2026
28o
Kurs