Selasa, 9 Juni 2026

BEM Unair Buka Peluang Aksi Jika Kritik Tak Didengar Pemerintah

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi. Aksi mahasiswa Universitas Airlangga. Foto: unair.ac.id

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair) membuka peluang untuk menggelar aksi massa apabila kritik dan aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak mendapat respons dari pemerintah.

Rizqi Senja Ketua BEM Unair mengatakan, langkah tersebut akan dilakukan sebagai opsi terakhir dalam upaya mengawal jalannya pemerintahan Prabowo Presiden.

“Untuk turun aksi, tentu kami sangat mempertimbangkan dan merencanakan hal tersebut ya. Cuma itu sifatnya ultimum remedium ya. Jadi dia kan memang pilihan terakhir untuk meng-ultimatum penguasa, bahwa memang kritik dari rakyat tidak didengar sama sekali,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Saat ini, BEM Unair masih mempersiapkan berbagai langkah dan mengkaji momentum yang tepat sebelum memutuskan menggelar aksi. Ia menegaskan organisasinya tidak ingin asal turun ke jalan tanpa perencanaan yang matang.

“Makanya di sini tidak ujuk-ujuk untuk aksi, tapi kami merencanakan ya secara betul nanti secara momentum, aksi akan dilaksanakan seperti apa,” katanya.

Jika nantinya aksi digelar, BEM Unair berencana turun dengan berbagai organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Ia mengatakan bahwa saat ini konsolidasi dengan sejumlah BEM lain juga mulai dilakukan.

“Dan nanti akan kami aksi bersama dengan BEM-BEM yang lain, elemen-elemen masyarakat yang lain,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa wacana Reformasi Jilid 2 yang sebelumnya digaungkan oleh BEM SI Jawa Tengah turut menjadi pemantik bagi mahasiswa di Jawa Timur untuk ikut membersamai gerakan tersebut.

“Makanya dengan adanya wacana Reformasi Jilid 2 dari BEM SI Jateng, itu pun menjadi pantikan ya bagi kami dan juga teman-teman Jatim untuk pada akhirnya dapat membersamai,” katanya.

Rizqi mengungkapkan salah satu kritik yang saat ini disuarakan BEM Unair adalah desakan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut menyisakan berbagai persoalan selama pelaksanaannya, mulai dari aspek pengadaan hingga dugaan korupsi yang menyeret pejabat terkait.

BEM Unair juga sudah membuat petisi berupa desakan untuk segera menghentikan MBG. Sampai berita ini ditulis, sebanyak 31 ribu lebih masyarakat sudah menandatangani petisi tersebut.

Namun, ia menegaskan kritik terhadap MBG hanyalah salah satu pintu masuk untuk mengawal arah kebijakan pemerintah ke depan. BEM Unair juga menyiapkan evaluasi terhadap sejumlah program lain yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Isu-isu lain yang akan kami angkat seperti KDMP, terus nanti akan ada evaluasi total juga pemerintahan Prabowo-Gibran dan beberapa isu yang lain,” pungkasnya.(ris/iss/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Selasa, 9 Juni 2026
32o
Kurs