Tiga hari setelah insiden keracunan pangan oleh ratusan santri dan siswa, Badan Gizi Nasional (BGN) masih melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab kejadian itu.
Trenggono Wakil Kepala BGN mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus terhadap penanganan korban yang terdampak keracunan.
“Sementara masih dalam tahap investigasi, jadi belum ada (tersangka). Kami lebih fokus pada penanganan korban atau masyarakat yang terdampak terlebih dahulu,” katanya, Jumat (4/9/2026).
Dia menambahkan, saat ini sejumlah pihak terkait sedang melakukan pendalaman terkait keracunan ini untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.
Sementara itu, Trenggono menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan untuk pengelolaan program MBG di wilayah-wilayah sudah cukup ketat.
Dimulai dengan rapat daring, yang mana setiap pejabat eselon tingkat II di BGN bertanggung jawab pada tiap provinsi untuk melakukan pengecekan.
“Jadi pejabat kami di provinsi, tiap hari selalu melalukan pengecekan secara virtual mulai dari, penerimaan bahan mentah, pengecekan baik atau tidaknya bahan-bahan tersebut, hingga kegiatan di dapur. Bahkan sampai sekitar pukul 02.00 dini hari, ada kegiatan mulai dari pembersihan bahan, memasak, hingga pendistribusian,” jelasnya.
Sehingga menurut Trenggono, SOP itu sudah ada. Tinggal bagaimana masing-masing dapur menerapkan SOP itu.
“Saya yakin dan percaya, kalau SOP dilaksanakan dengan baik, kejadian seperti ini tidak akan terjadi,” tuturnya.
Adapun AKP Tri Novi Handono Kasi Humas Polresta Sidoarjo menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih fokus pada pengamanan di beberapa tempat seperti, pondok pesantrem, rumah sakit, juga SPPG.
Namun pihaknya tidak menyampaikan terkait pelimpahan kasus keracunan ini akan ditangani oleh siapa.
“Jadi untuk kasus ini, kami sifatnya hanya back up. Karena ini kan sifatnya nasional, biasanya ditangani oleh Mabes Polri atau Polda Jatim,” tutupnya.(kir/ris/ISS)

NOW ON AIR SSFM 100

