Minggu, 15 Februari 2026

BGN Sebut Program MBG Serap Hampir 1 Juta Tenaga Kerja Seiring Bertambahnya SPPG

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Potret Makan Bergisi Gratis (MBG) yang disiapkan SPPG. Foto Antara

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap hampir satu juga tenaga kerja di berbagai daerah, seiring bertambahnya jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.

Nanik Sudaryati Deyang Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi mengatakan setiap satu dapur SPPG membutuhkan sekitar 47 relawan untuk mendukung operasional pelayanan makanan bergizi.

“(Maka) dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai sekitar 21.000 unit, program ini diperkirakan menyerap sedikitnya 987.000 tenaga kerja secara langsung di dapur MBG di seluruh Indonesia,” kata Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/2/2026), yang dikutip Antara.

Selain tenaga kerja langsung di dapur, dia menyebut program MBG juga mendorong penyerapan tenaga kerja tidak langsung melalui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memasok bahan pangan.

Berdasarkan hasil pendalaman tim investigasi BGN, UMKM seperti produsen tahu, tempe, telur asin, dan sayuran rata-rata membutuhkan tambahan tiga hingga lima pekerja untuk memenuhi permintaan dapur MBG.

Nanik menjelaskan, dengan rata-rata 15 pemasok di setiap SPPG dan jumlah dapur yang kini mencapai sekitar 22.000 unit, program tersebut dinilai mampu menggerakkan sekitar 40.000 UMKM.

Dari sisi tenaga kerja, MBG diperkirakan menyerap tiga hingga empat juta pekerja secara tidak langsung melalui rantai pasok pangan lokal.

Adapun program MBG mengalokasikan anggaran sebesar Rp15.000 per porsi. Nilai tersebut dinilai tidak hanya mendukung pemenuhan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas karena menggerakkan rantai distribusi pangan di tingkat daerah.

Menurut Nanik, skema penyediaan makanan secara langsung dirancang agar manfaat program tepat sasaran sekaligus memastikan tidak ada anak Indonesia yang kekurangan akses pangan bergizi. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 15 Februari 2026
31o
Kurs