Minggu, 11 Oktober 2026

BMKG Deteksi 1.923 Titik Panas di Papua Tengah, Terbanyak di Nabire

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Titik panas/hotspot di wilayah Papua Tengah yang terekam visual di laman Sipongi Kemenhut, Senin (24/8/2026). Foto: Tangkapan Layar

Kondisi itu membuat vegetasi dan lahan semakin mudah terbakar. BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan BPBD atau instansi terkait jika menemukan titik api. Masyarakat juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di semak atau lahan kering.

Selain meningkatkan risiko kebakaran, banyaknya titik panas mulai berdampak pada kondisi udara di Nabire.

“Kalau kita lihat secara visual, kondisi saat ini kualitas udaranya sudah sangat menurun. Dengan adanya titik panas, ini menjadi sumber asap di Nabire,” ujarnya.

BMKG saat ini belum memiliki stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) di Papua Tengah untuk mengukur kualitas udara secara langsung.

Husain menjelaskan partikel asap dan debu bisa bertahan di atmosfer selama belum terjadi hujan. Kondisi itu berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 11 Oktober 2026
32o
Kurs