Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur pada Senin (31/8/2026) mengeluarkan peringatan kekeringan meteorologis di wilayah Jawa Timur. Peringatan ini berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH), distribusi curah hujan Dasarian III Agustus 2026, serta prediksi curah hujan Dasarian I September 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan, Hari Tanpa Hujan berturut-turut di sebagian besar wilayah Jawa Timur sudah masuk kategori kekeringan ekstrem, yakni lebih dari 60 hari tanpa hujan. Kondisi ini menunjukkan musim kering telah berlangsung cukup panjang di sejumlah daerah.

Situasi tersebut sejalan dengan distribusi curah hujan pada Dasarian III Agustus atau periode 21–31 Agustus 2026 yang secara umum berada dalam kategori rendah.
BMKG memprediksi kondisi kering masih berlanjut pada Dasarian I September atau periode 1–10 September 2026. Curah hujan di sebagian besar Jawa Timur diperkirakan tetap rendah, dengan peluang terjadinya mencapai lebih dari 90 persen.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan lahan pertanian, berkurangnya ketersediaan air baku, serta kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat, terutama petani dan pengelola sumber daya air, diimbau mengantisipasi dampak kekeringan dan menggunakan cadangan air secara efisien.(iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

