“Jadi ada dua, yaitu terkait dengan ketersediaan air melalui waduk-waduk, pengisian waduk dengan modifikasi cuaca dan sebagainya. Juga dengan, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan dari lahan-lahan yang mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Menurut Faisal, ada enam provinsi yang menjadi fokus utama pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Yaitu, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Termasuk juga di Kepulauan Riau, dan juga di Aceh, beberapa tempat secara situasional tergantung situasi dan kondisi,” ungkap Kepala BMKG.
Rencananya, operasi modifikasi cuaca yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga dilaksanakan secara berkala, untuk menjaga kelembapan lahan gambut supaya tidak gampang terbakar.

NOW ON AIR SSFM 100

