Senin, 27 Juli 2026

BPBD Jatim Catat 214 Hektare Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Kebakaran hutan terjadi di kawasan Blok Tempuran, Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro, wilayah RKW 07 Tahura Raden Soerjo, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (14/7/2026). Kepulan asap masih terlihat pada Rabu (15/7/2026). Foto: Erman via WA SS

BPBD Jawa Timur mencatat hingga 24 Juli 2026 terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 16 lokasi dengan luas area mencapai 214,5 hektare yang tersebar di berbagai daerah.

Satrio Nurseno Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur mengatakan faktor utama terjadinya peristiwa itu akibat cuaca panas sepanjang musim kemarau terutama di kawasan yang dipenuhi ilalang dan rumput kering.

“Panas. Jadi memang di atas banyak ilalang dan rumput-rumput kering. Karena panas mungkin ada gesekan kemudian terbakar,” ujar Satrio saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Satrio menjelaskan, data karhutla tersebut merupakan rekap mingguan yang diperbarui setiap Jumat. Oleh karena itu, kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu dan Minggu belum masuk dalam laporan terakhir.

“Per 24 Juli ada 16 lokasi kebakaran dengan luas lahan terbakar sekitar 214,5 hektare. Probolinggo belum termasuk karena update kami setiap hari Jumat,” ujarnya.

BPBD Jatim juga mencatat bahwa tingkat frekuensi kebakaran mengalami peningkatan. Namun hingga kini belum ada ancaman langsung terhadap permukiman warga.

Satrio menyebut kinerja tim gabungan masih efektif dalam mengendalikan kebakaran di area yang dapat dijangkau. Sedangkan titik api di lokasi pegunungan yang sulit diakses dipantau secara berkala.

“Hampir setiap hari ada kebakaran. Tapi untuk masyarakat masih aman karena kebakaran yang dekat permukiman langsung dipadamkan. Yang sulit dijangkau kami lakukan monitoring,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dampak ekologis akibat karhutla, BPBD Jatim memastikan kebakaran yang terjadi di kawasan Arjuno dan Tahura belum mengganggu habitat flora maupun fauna yang dilindungi karena titik api berada di area semak belukar dan jauh dari kawasan satwa.

Kemudian untuk meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau, BPBD Jawa Timur tengah mengembangkan penggunaan drone pemadam kebakaran.

Saat ini teknologi drone untuk memadamkan karhutla masih dalam tahap modifikasi karena belum tersedia secara khusus di Indonesia.

“Ibu Gubernur sudah berkomitmen melalui BPBD akan menyediakan drone untuk pemadaman di area-area yang tidak terjangkau oleh manusia. Saat ini masih dalam proses pengembangan,” ujar Satrio.(wld/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Senin, 27 Juli 2026
28o
Kurs