Jumat, 30 Oktober 2026

BRICS Soroti Peran Indonesia Pimpin Mangrove Alliance for Climate

Laporan oleh Wilda Aulia Maulida Afni
Bagikan
Prabowo Presiden RI menghadiri sesi terbatas KTT ke-18 BRICS, di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Biro Pers Setpres

Para pemimpin BRICS menilai dunia menghadapi sejumlah tantangan lingkungan yang semakin serius, mulai ketersediaan air, desertifikasi, kekeringan, degradasi lahan, badai pasir dan debu, hingga kebakaran hutan.

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap ekosistem, sektor pertanian, kehidupan masyarakat rentan, hingga pembangunan sosial dan ekonomi.

“Kami berkomitmen terhadap perlindungan terintegrasi dan pengelolaan sistematis pegunungan, sumber daya air, hutan, lahan gambut dan mangrove, lahan pertanian, padang rumput serta gurun untuk pemulihan ekosistem secara menyeluruh,” demikian isi deklarasi tersebut.

Agenda lingkungan itu juga terhubung dengan kebijakan BRICS menghadapi perubahan iklim secara lebih luas.

BRICS menilai BRICS Climate Research Platform dan BRICS Laboratory for Trade, Climate Change and Sustainable Development dapat digunakan untuk memperkuat aksi iklim dan ketahanan negara-negara anggotanya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2026
30o
Kurs