Para pemimpin BRICS menilai dunia menghadapi sejumlah tantangan lingkungan yang semakin serius, mulai ketersediaan air, desertifikasi, kekeringan, degradasi lahan, badai pasir dan debu, hingga kebakaran hutan.
Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap ekosistem, sektor pertanian, kehidupan masyarakat rentan, hingga pembangunan sosial dan ekonomi.
“Kami berkomitmen terhadap perlindungan terintegrasi dan pengelolaan sistematis pegunungan, sumber daya air, hutan, lahan gambut dan mangrove, lahan pertanian, padang rumput serta gurun untuk pemulihan ekosistem secara menyeluruh,” demikian isi deklarasi tersebut.
Agenda lingkungan itu juga terhubung dengan kebijakan BRICS menghadapi perubahan iklim secara lebih luas.
BRICS menilai BRICS Climate Research Platform dan BRICS Laboratory for Trade, Climate Change and Sustainable Development dapat digunakan untuk memperkuat aksi iklim dan ketahanan negara-negara anggotanya.

NOW ON AIR SSFM 100

