Minggu, 23 Agustus 2026

Bromo Kembali Dibuka, Menpar Ajak Wisatawan Jaga Kelestarian Kawasan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Indonesia. Foto: Kemenpar

Widiyanti Putri Wardhana Menteri Pariwisata mengajak wisatawan dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata ikut menjaga kelestarian kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, setelah destinasi tersebut kembali dibuka pascakebakaran.

Widiyanti mengatakan, pembukaan kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi kabar baik bagi wisatawan sekaligus masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya pada aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.

Namun, kondisi itu harus diiringi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

“Bromo sudah kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo. Jangan sampai kelalaian kita justru merusak alam yang menjadi alasan jutaan orang datang dan mengagumi kawasan ini,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menerima kunjungan sejak Kamis (20/8/2026) pukul 00.01 WIB. Pembukaan dilakukan setelah Balai Besar TNBTS melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi kawasan setelah kebakaran.

Meski kembali dibuka, kuota kunjungan ke kawasan Bromo tetap dibatasi sebanyak 2.752 wisatawan per hari.

Wisatawan juga diminta memesan tiket melalui kanal resmi serta mengikuti informasi terbaru yang disampaikan Balai Besar TNBTS.

Dilansir dari Antara, Widiyanti mengingatkan bahwa pembukaan kawasan wisata bukan berarti risiko kebakaran telah sepenuhnya hilang.

Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan perlu terus diantisipasi.

Wisatawan diminta mematuhi ketentuan dan arahan petugas selama berada di kawasan Bromo.

Mereka juga harus menjaga kebersihan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuat perapian serta membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat menjadi sumber api.

Menurut Widiyanti, upaya menjaga Bromo tidak semata berkaitan dengan kepentingan pariwisata.

Gunung Bromo merupakan bagian dari bentang alam yang penting sekaligus ruang hidup masyarakat Tengger yang memiliki nilai budaya dan lingkungan.

“Pemulihan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan. Kita ingin aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat kembali bergerak, namun alamnya juga harus tetap terlindungi. Inilah semangat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang terus kita dorong,” ujarnya.

Pembukaan kembali Bromo diharapkan menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Aktivitas tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari jasa pengemudi jip, pemandu wisata hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Ini menjadi kabar baik bagi wisatawan, sekaligus bagi masyarakat dan seluruh pelaku usaha pariwisata yang aktivitas ekonominya bergantung pada ekosistem pariwisata Bromo,” kata Widiyanti. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 23 Agustus 2026
30o
Kurs