Selasa, 15 September 2026

Buka Pameran di Surabaya, SBY Pilih Melukis Agar Tak Cawe-Cawe di Pemerintahan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sambutan dalam pembukaan pameran tunggal lukisannya yang digelar di Surabaya, Selasa (15/9/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden ke-6 Republik Indonesia membuka pameran tunggal lukisan di Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Dalam sambutannya, SBY mengungkapkan alasan memilih aktif berkesenian setelah meninggalkan jabatan presiden.

Selain menjadi sarana berekspresi, melukis, menciptakan lagu, dan menulis novel dipilih agar dirinya tidak terjebak dalam “post power syndrome” dan ikut campur dalam pemerintahan.

“Ada alasan lain, hati-hati banyak politisi, banyak presiden, mengalami post power syndrome, stres, marah-marah, cawe-cawe yang bukan urusannya dan sebagainya. Saya memohon pada Allah, jangan sampai saya kena penyakit itu. Itu motivasi saya,” ujarnya dalam seremoni pembukaan.

Ia mengakui, akan terus mengikuti perkembangan negara dan dunia, juga masih sering diundang untuk diskusi tentang perbaikan negara dan dunia.

SBY membuka pameran tunggal lukisannya yang digelar di Surabaya, Selasa (15/9/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Namun ia pastikan tidak akan menggunakan kekuasaan sebagai mantan presiden untuk ikut campur dalam pemerintahan Prabowo Subianto Presiden RI.

“Saya sudah lama meninggalkan dunia politik, utamanya politik praktis dan politik kekuasaan. Dalam konteks itu (ikut diskusi), saya anggap itu ibadah. Tapi tentu saya sudah tidak ada di kekuasaan. Yang mungkin sekarang Pak Presiden Prabowo, saya harus menjaga sikap saya, tutur kata saya untuk tidak dianggap cawe-cawe dan tidak dianggap melampaui kepatutan sebagai seorang mantan presiden,” jelasnya lagi.

Ia menyampaikan harapan dan doa agar Prabowo berhasil memimpin Bangsa Indonesia dan menegakkan keadilan serta menjaga demokrasi.

“Tantangan selalu ada seperti yang saya hadapi dulu,” imbuhnya.

Alasan utamanya kembali aktif menekuni hobinya melukis sejak sekolah menengah pertama itu, katanya karena kepergian istri tercinta mendiang Ani Yudhoyono.

Setelah kepergian Ani, ia ingin bisa melakukan sesuatu yang bermakna.

“Dari situ saya melakukan kontemplasi dan lebih mengerti kehidupan ketika belahan jiwa saya pergi untuk selamanya,” tuturnya.

Lukisan dalam lanskap sosial politik di pameran tunggal lukisan SBY di Surabaya, Selasa (15/9/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Lalu ia mulai dengan melukis hasil fotografi mendiang istrinya yang mengekspresikan kesedihan dan kerinduan terhadap Ani.

Selebihnya, ia juga menuangkan ekspresinya melihat kekacauan dunia, peperangan, dan geopolitik yang memanas.

“Nah, di situ saya peduli dan menurut saya ada memang pencurahan ekspresi saya yang saya tuangkan dalam kanvas yang bisa dilihat di pameran ini,” bebernya.

Dari pameran yang membawa 95 lukisannya di Surabaya, SBY akan kembali menggelar pameran di Jakarta dengan 500 lukisan Desember mendatang.

Jika ada yang berminat membeli lukisannya, maka akan dipakai untuk bangunan sosial, membiayai program sosialnya, dan lainnya.

Dalam pameran di Surabaya yang digelar 16-29 September 2026 secara gratis itu, karya SBY terbagi dalam 3 lanskap.

Pertama lanskap memori di mana lukisan yang diawali dengan rasa duka SBY yanf dilewati dengan kesendirian.

Kedua, lanskap sosial politik, berisi karya kritik dan peringatan terhadap krisis kemanusiaan dan krisis keadilan.

Ketiga, lanskap tatapan langsung yang 3 tahun terakhir dilakukan SBY dengan melukis alam sebagai pendekatan diri dengan semesta. (lta/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 15 September 2026
26o
Kurs