Senin, 6 Juli 2026

Cineprime 2026 Jadi Langkah Awal untuk Dorong Ekosistem Perfilman Surabaya

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Chrisna A. Purnama Kepala Konsentrasi Keahlian Produksi Film SMKN 12 Surabaya saat meberikan sambutan pada acara Cineprime 2026, Selasa (19/5/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.net

SMKN 12 Surabaya, khususnya jurusan Produksi Film, kembali menggelar agenda tahunan Cineprime 2026 pada Selasa (19/5/2026) sebagai wadah penayangan film-film pendek hasil karya siswa kelas 12 jurusan tersebut, sekaligus menutup rangkaian acara Rolas Art Festival 2026.

Chrisna A. Purnama kepala jurusan Produksi Film SMKN 12 Surabaya mengungkapkan, pemilihan Cineprime 2026 sebagai penutup Rolas Art Festival 2026 berhubungan dengan tema yang diangkat dalam acara screening film tersebut yakni “Stoa di Kota”.

“Pada hakikatnya bioskop ini adalah tempat yang dinilai paling ideal dan karya-karya yang kita tampilkan itu me-recap semua kebutuhan dari setiap jurusan. ‘Stoa di Kota’ mengajarkan kita bagaimana setiap siswa itu selain dia bisa menciptakan karya seni, mereka juga mampu untuk mempertanggungjawabkannya, sekaligus karya itu dijadikan media untuk melihat dirinya lebih dalam lagi. Mereka punya nilai-nilai stoik dalam dirinya,” jelas Chrisna kepada suarasurabaya.net.

Cineprime 2026 sendiri telah melalui persiapan selama dua bulan yang dilakukan oleh panitia dari siswa kelas 10 hingga kelas 12 SMKN 12 Surabaya ditengah studi dan juga produksi film pendek sebagai tugas akhir kelas 12.

Melalui acara screening film-film pendek ini, Chrisna berharap agar ekosistem perfilman tetap berjalan terutama di Kota Surabaya, dan dari ekosistem perfilman dalam lingkup sekolah dapat menjadi langkah kecil ketika di Surabaya membutuhkan ekosistem yang lebih besar.

“Jadi harapannya ketika ini sudah rilis dan menjadi habit kita untuk setiap tahun yang menggelar, maka orang-orang di luar sana juga menyambutnya bahwa ini bukan sebuah perjuangan yang hanya dilakukan oleh anak-anak sekolah gitu,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa para siswa di jurusan Produksi Film yang menekuni dunia perfilman tidak akan bisa berjalan tanpa adanya dukungan dari komunitas hingga industri.

“Butuh industri, butuh masyarakat atau komunitas di luar sana yang juga meng-hire anak-anak di sini. Supaya ekosistem film di Surabaya itu lebih bulat terbentuk,” pungkasnya. (vve/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 6 Juli 2026
31o
Kurs