Dampak Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno-Welirang turut merusak jaringan pipa air bersih warga sepanjang 10 kilometer yang mengaliri tiga desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Berdasarkan laporan penanganan, kerusakan jaringan pipa tersebar di Desa Tambaksari sepanjang 4.000 meter, Desa Jatiarjo 3.750 meter, dan Desa Dayurejo 2.510 meter.
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi salah satu prioritas penanganan karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang tersebut.
Hal itu disampaikan Gubernur Jatim waktu meninjau penanganan karhutla di posko kebakaran Tahura R. Soerjo, Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) malam.
“Kita juga harus menjaga sumber air dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Untuk mengatasi dampak karhutla tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah memetakan titik-titik pipa yang terdampak dan merencanakan pengeboran sumur.
“Ada ikhtiar yang akan sama-sama kita lakukan, kalau sumur bor nanti Pak Bupati kalau Pemprov karena kita sudah melakukan di banyak tempat itu kalau sumbernya ada kita tarik melalui pipa dan sama-sama kita ikhtiarkan, intinya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat semaksimal mungkin kita ikhtiarkan untuk bisa terpenuhi,” jelasnya.
Sementara itu pemerintah provinsi melalui BPBD Jatim dan setempat terus melakukan distribusi air bersih kepada warga untuk pemenuhan kebutuhan air dalam penanganan jangka pendek.
“Jangka pendeknya memang dropping air bersih tapi jangka panjangnya memang harus ada katakan sumur atau kalau ada sumber kita tarik dengan pipa,” terangnya.
Selain pemulihan jaringan distribusi, perlindungan sumber mata air dan daerah penampung air juga menjadi perhatian pemerintah. Sebab kerusakan vegetasi di kawasan tersebut berpotensi mengganggu fungsi tata air yang menopang kebutuhan masyarakat di desa-desa penyangga.
Berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, sebanyak 493 personel gabungan terlibat dalam pemadaman karhutla selama periode 13–19 Oktober 2026.
Personel tersebut bertugas di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Khofifah menyebut upaya pemadaman masih perlu dilanjutkan. Hingga Selasa (20/10) malam, masih terdeteksi 92 titik panas atau hotspot di kawasan Tahura R. Soerjo.
“Kita sudah mengkomunikasikan agar mendapatkan perbantuan heli untuk melakukan water bombing, saya rasa kalau ada water bombing kita bisa lebih efektif dan tentu hujan,” tandasnya.(wld/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

