Warga mulai membiasakan diri menampung air hujan, memperbaiki kebocoran pipa, membuat lubang resapan, hingga melakukan gerakan menanam pohon.
Tak berhenti di situ, warga juga mengembangkan hidroponik dan menanam berbagai tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Pengelolaan sampah menjadi bagian lain dari kegiatan lingkungan di kampung tersebut. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara warga mulai mencoba mengembangkannya menjadi pakan. Botol plastik juga dikumpulkan untuk dikelola secara terpisah.
Menariknya, balai RW dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan lingkungan.
Pengalaman berbeda dibagikan Djoko Hendra, seorang pengemudi transportasi online. Ia mengaku tagihan air keluarganya yang beranggotakan enam orang tidak lebih dari Rp100 ribu setiap bulan.

NOW ON AIR SSFM 100

