Kamis, 4 Juni 2026

Daya Tampung SMA/SMK Negeri di Jatim Hanya 39 Persen pada 2026

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi - Suasana di dalam Kelas SMA. Foto: Istimewa

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) mencatat jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat tahun 2026 mencapai 618.479 murid, sementara daya tampung SMA dan SMK negeri di Jatim hanya sebanyak 244.621 murid.

Kuota tersebut terdiri dari 121.538 kursi SMA Negeri dan 123.083 kursi SMK Negeri. Artinya, sekolah negeri hanya mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Sedangkan sebanyak 373.858 murid atau 60,45 persen lainnya harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.

“Karena itu selalu ada ruang di mana calon murid harus menentukan pilihan ke sekolah swasta. Sebab daya tampung SMA dan SMK Negeri memang berada pada kisaran 39,55 persen dari total lulusan,” ujar Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, Kamis (4/6/2027).

Kondisi tersebut berpotensi membuat kesulitan keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah, yang terpaksa menyekolahkan anaknya ke SMA/SMK swasta.

Pihak Pemprov Jatim pun berupaya memberikan intervensi dengan berkolaborasi bersama sekolah swasta untuk menyediakan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.

Khofifah menyebut sebanyak 2.106 SMA dan SMK swasta di Jatim siap memberikan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan. Namun kuotanya hanya mampu mengakomodasi 79.086 murid pada tahun ajaran 2026/2027.

“Ini menunjukkan bahwa sekolah swasta memiliki peran strategis dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di Jawa Timur. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi dengan SMA dan SMK swasta agar seluruh lulusan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan daya tampung sekolah negeri,” ujar Khofifah.

Jumlah sekolah swasta yang berpartisipasi dalam program tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat hanya 1.757 SMA dan SMK swasta yang menyediakan program beasiswa maupun potongan biaya pendidikan.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah penerima manfaat. Jika tahun lalu 72.989 murid mendapat bantuan biaya pendidikan, maka tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 79.086 murid.

Meningkatnya jumlah sekolah yang terlibat dalam program ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi lulusan yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Gubernur Jatim itu menilai keberadaan sekolah swasta menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh SMA dan SMK swasta di berbagai kabupaten/kota yang telah memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak Jawa Timur untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tandasnya.(wld/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Kubah Masjid Ghamamah

Surabaya
Kamis, 4 Juni 2026
29o
Kurs