“Wawasan kebangsaan bukan sekadar hafalan, tapi cara kita memandang Indonesia sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.
Aries menilai, murid di Jatim, termasuk dari sekolah taruna, perlu dipersiapkan menjadi generasi yang mampu belajar menguasai teknologi terbaru, menggunakan AI secara bijak, menguasai bahasa internasional, dan membangun jejaring global.
“Belajar dari dunia, lalu membawa manfaatnya pulang ke Indonesia,” ucapnya.
Kemampuan teknologi, lanjut dia, juga harus berjalan beriringan dengan karakter kepemimpinan. Ia menyebut tiga kemampuan yang perlu dibangun sejak dini, yakni memimpin diri sendiri, memimpin orang lain, dan memimpin perubahan.
Ia menegaskan, karakter kepemimpinan tidak hanya dibangun melalui teori, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari.

NOW ON AIR SSFM 100

