“Kalau anak-anak baru mengetahui persyaratannya menjelang pendaftaran, sering kali sudah terlambat untuk melakukan persiapan. Karena itu sejak kelas X dan XI mereka harus sudah mulai mengetahui tujuannya, mengenali potensi dirinya, dan memahami apa saja yang harus dipersiapkan,” jelasnya.
Persiapan itu, lanjut Aries, tidak hanya menyangkut kemampuan akademik, tetapi juga pembangunan karakter, disiplin, kondisi fisik, kesehatan, mental, serta kemampuan beradaptasi.
Dalam pengembangan ekosistem itu, Dindik menilai enam SMAN Taruna di Jatim memiliki posisi strategis. Oleh karena itu, ia berharap sekolah berbasis ketarunaan tersebut tidak hanya menjadi jalur untuk mengantarkan lulusan ke TNI, Polri, sekolah kedinasan maupun Unhan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan kepemimpinan, karakter dan bela negara.
“Kalau kemudian anak-anak kita diterima di TNI, Polri, sekolah kedinasan maupun Universitas Pertahanan, tentu kita bangga. Tetapi itu adalah hasil. Tujuan yang lebih besar adalah membentuk generasi muda yang cerdas, disiplin, berkarakter, mampu memimpin, dan mempunyai jiwa pengabdian,” pungkasnya.(ris/wld/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

