Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meluncurkan IMAS (Integrated Management Administration System), Buku Saku Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk memperkuat tata kelola dan budaya inovasi pendidikan.
Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim menyatakan, langkah itu untuk mendorong seluruh jajaran hingga satuan pendidikan agar melahirkan inovasi yang produktif dan berdampak, salah satunya melalui pemanfaatan IMAS.
IMAS dikembangkan Bidang Pembinaan GTK sebagai jawaban atas tantangan transformasi digital administrasi pendidikan. Aplikasi itu mengintegrasikan berbagai layanan administrasi guru dan tenaga kependidikan dalam satu platform yang terkelola secara sistematis dan mudah diakses.
“Guru tugasnya mengajar dan mendidik. Selebihnya adalah tugas institusi yang menaungi,” katanya di Kantor Dindik Jatim, Surabaya, pada Jumat (13/2/2026).
Dengan IMAS, proses administrasi seperti perhitungan jam pelajaran, satuan kredit semester (SKS), hingga kredit fungsional dilakukan otomatis dan berbasis sistem, tanpa perlu pengumpulan berkas manual.
“Pak Menteri sudah menyampaikan, pokoknya guru tugasnya mengajar dan mendidik. Selebihnya adalah tugas-tugas institusi yang menaungi di bawahnya,” ucapnya.
Oleh karena itu, dengan adanya IMAS, peran GTK dalam mengajar tidak terganggu sehingga tercipta lingkungan yang nyaman. IMAS juga akan menerima keluhan dan kendala para GTK selama proses belajar mengajar.
“Keluhan itu mau disampaikan ke link mana sih sebenarnya? Nah, itu link-nya sudah ada link GTK yang akan bisa mereka cepat merespon, cepat mengetahui apa yang mereka butuhkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, IMAS menyediakan kanal layanan dan pengaduan GTK agar keluhan dapat ditindaklanjuti secara cepat. Fitur utama IMAS meliputi GTK MAP, Event Administration, PNPNSD & GTT, Virtual Services, Gempita Awards, KS & PS Innovation, serta EJIES.
Pihaknya berharap, kehadiran IMAS bisa menyederhanakan administrasi dan meningkatkan kualitas layanan terhadap GTK di Jatim.
“Inovasi ini supaya guru tidak lagi terbebani urusan administrasi yang rumit, sehingga proses belajar mengajar bisa berlangsung lebih nyaman,” ucapnya.
Sementara itu, Ety Prawesti Kabid GTK Dindik Jatim mengatakan bahwa inovasi IMAS menjadi jawaban atas tantangan dinamika dan kompleksitas kebutuhan layanan dalam tata kelola pendidikan yang adaptif, responsif, efisien dan akuntabel.
“Inovasi IMAS ini merupakan representasi transformasi digital administrasi pendidikan terintegrasi dan berbasis data, memperkuat tata Kelola dan kualitas layanan terhadap GTK di Jatim,” ujarnya.
Terkait Buku Saku GTK, Ety mengungkapkan buku tersebut disusun untuk meningkatkan pemahaman GTK terhadap regulasi, kebijakan, serta tugas dan tanggung jawab profesi. Materi di dalamnya mencakup undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, hingga peraturan gubernur.
“Di dalam Buku Saku GTK ada SOP yang menjelaskan tugas guru, administrasi kenaikan pangkat, hingga kebiasaan anak hebat. Semua dirangkum agar mudah dipahami,” ujarnya.
Sedikitnya terdapat 15 SOP yang menjadi panduan bagi GTK hingga pejabat struktural di lingkungan Dindik Jatim.
Dengan peluncuran IMAS, dan Buku Saku GTK, Dindik Jatim berharap ekosistem inovasi di lingkungan pendidikan semakin kuat dan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat.(ris/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
