Akibatnya, sebagian air dengan kandungan polutan sempat masuk ke jaringan distribusi pelanggan. Gangguan terutama dirasakan pelanggan yang mendapatkan pasokan dari IPAM Karang Pilang, termasuk kawasan Kebraon, Kedurus, Pondok Maritim, Putat Gede, Tanjung Sari, serta sejumlah wilayah Surabaya Selatan dan Barat.
Louis menegaskan busa yang muncul pada air bukan disebabkan banyaknya bahan kimia pengolahan, tapi tingginya kandungan organik dalam air baku. “Jadi busa itu ditimbulkan karena organik yang muncul yang tinggi,” ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi itu, PDAM Surya Sembada menambah dosis klorin atau disinfektan guna membunuh bakteri dan kandungan organik. Penambahan itu yang membuat sebagian air yang sudah lebih jernih masih tercium bau kaporit.
“Itu kami benar-benar tambah disinfektan. Artinya jangan sampai organik tadi masuk ke masyarakat, ke warga,” kata Louis.
Selain itu, sejak Sabtu malam, petugas juga bekerja lembur membuang air yang sudah terlanjur masuk ke jaringan distribusi, melalui sejumlah titik wash out. “Sudah kadung masuk ke pipa jaringan, dibuang semua. Teman-teman dari produksi sampai distribusi semua lembur, air dibuang semua,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

