Sebelas korban luka dalam insiden KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep pada Minggu (2/8/2026) pagi, rata-rata mengalami sesak napas hingga cedera otot.
Dokter Rony Kurniawan Hospital Director RS PHC Surabaya menyebut, selain cedera atau nyeri otot, rata-rata pasien mengeluhkan muntah, nyeri perut, vertigo, dan lemas.
“Kebanyakan yang masuk dengan (keluhan) itu. Ada juga yang dengan memar-memar otot, gitu. Ada juga yang sedikit lecet yang seperti semacam luka bakar, tapi lecet mungkin kena besi yang panas atau apa begitu, ya. Itu saja, secara umum itu kebanyakannya,” bebernya ditemui di RS PHC Surabaya, Senin (3/8/2026).
Sementara luka bakar karena api dipastikan tidak ada. Namun beberapa pasien mengalami lecet diduga terkena gesekan besi.
“Karena mereka kan ada yang loncat langsung, ada yang merayap dengan tali. Nah, mungkin itu kulitnya agak sedikit gesekan gitu, sehingga sepertinya luka bakar tapi bukan kena api secara langsung,” bebernya.
Beberapa pasien juga sesak napas, karena kelelahan selama lebih dari dua jam terombang-ambing di laut.
“Bahkan ada cerita hanya untuk naik tangga kapal saja kesulitan karena memang betul-betul tenaganya habis, ya,” ungkapnya.
Setelah sembilan pasien dirawat sejak sekitar pukul 00.30 WIB dini hari tadi, lalu dua pasien berikutnya masih diobservasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan satu pasien sudah boleh pulang rawat jalan, Dokter Rony menyebut seluruhnya sudah dilakukan rehidrasi.
“Tambah cairan, nutrisi. Selain itu dari pihak Basarnas, pelabuhan, dan seterusnya sudah memberikan konsumsi makan. Mereka sudah cukup segar lah sekarang, ya,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep Minggu (2/8/2026) pagi, data sementara Basarnas mencatat ada 236 penumpang.
234 orang di antaranya berhasil ditemukan dengan 5 orang meninggal dunia. Sementara 2 orang lagi, masih dalam pencarian. (lta/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

