Di sisi lain, ia menilai kerja sama pengadaan alutsista dengan mitra luar negeri juga perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia. Ke depan, Dave Laksono berharap pola kerja sama semacam ini dapat membuka ruang bagi transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kemampuan pemeliharaan dan perawatan di dalam negeri, serta perluasan keterlibatan industri pertahanan nasional dalam rantai pasok global.
Karena itu, ia menyatakan dukungannya terhadap berbagai langkah pemerintah dalam terus memperkuat kemampuan pertahanan nasional, melalui pembangunan kekuatan TNI yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis.
“Setiap kerja sama pertahanan diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan operasional TNI, tetapi juga memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional sebagai bagian dari kepentingan strategis Indonesia,” katanya.
Sebagai konteks, Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebelumnya telah membeli 12 unit jet tempur baru jenis M-346 F Block 20, buatan perusahaan alutsista asal Italia, Leonardo, untuk digunakan sebagai pesawat latihan bagi para penerbang tempur TNI AU.
“Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional,” kata Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan, saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis (24/7).
Rico Ricardo Sirait menjelaskan, pemilihan M-346 F Block 20 didasarkan pada kesesuaian spesifikasi dan kemampuan pesawat dengan doktrin pertahanan udara yang dianut TNI.(ant/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

