Hubungan Indonesia dan India dinilai telah berkembang jauh melampaui kerja sama perdagangan.
Hal itu disampaikan Sandeep Chakravorty Duta Besar India untuk Indonesia menjelang rencana kunjungan Narendra Modi Perdana Menteri India ke Indonesia. Menurutnya, kunjungan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap hubungan bilateral yang selama ini terus berkembang.
“Begitu banyak kerja sama yang sedang berlangsung, meski tidak semuanya selalu mendapat perhatian publik. Saya yakin kunjungan Perdana Menteri Modi kali ini akan semakin meningkatkan profil hubungan bilateral yang sejatinya sudah berjalan sangat baik,” kata Sandeep Chakravorty di Jakarta, Jumat (3/6/2026).
Sandeep Chakravorty mengatakan hubungan kedua negara telah menjangkau berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, antariksa, pendidikan, farmasi, kesehatan, hingga pertanian.
Salah satu kerja sama yang tengah berjalan adalah pelatihan permaculture bagi peserta dari Indonesia di India. Program tersebut mengajarkan metode pertanian yang diklaim mampu menghasilkan tanaman tanpa bergantung pada irigasi maupun pupuk kimia.
Di bidang demokrasi, India juga menjalin kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia dalam pengelolaan penyelenggaraan pemilu.
“Sebagai contoh, saat ini terdapat lebih dari sepuluh peserta dari Indonesia yang sedang mengikuti studi mengenai permaculture di India, yaitu teknik pertanian yang dapat menghasilkan tanaman tanpa irigasi maupun pupuk kimia. Kami juga menjalin kerja sama dengan KPU Indonesia dalam bidang manajemen penyelenggaraan pemilu,” jelasnya.
Menurut Chakravorty, pengalaman Indonesia dan India sebagai negara dengan jumlah pemilih mencapai ratusan juta orang menjadi modal penting untuk saling bertukar praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemilu.
Selain itu, hubungan ekonomi kedua negara juga terus berkembang. Chakravorty menyebut Indonesia merupakan tujuan ekspor terbesar ketiga bagi India, sementara bagi India, Indonesia menjadi mitra dagang terbesar kedelapan.
“Dari sisi ekonomi, India merupakan tujuan ekspor terbesar ketiga Indonesia, sedangkan Indonesia merupakan mitra dagang terbesar kedelapan India. Begitu banyak kerja sama yang sedang berlangsung, meski tidak semuanya selalu mendapat perhatian publik,” pungkasnya.
Narendra Modi Perdana Menteri India, dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Prabowo Subianto Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 7 Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia yang berlangsung selama dua hari.
Sandeep Chakravorty Duta Besar India untuk Indonesia mengatakan, Modi dijadwalkan tiba di Jakarta pada malam hari di 6 Juli 2026. Pada keesokan harinya, kedua pemimpin akan menggelar pembicaraan bilateral yang dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan (state banquet).
Selain bertemu Presiden, Modi juga dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan komunitas India di Indonesia pada sore hari.
Pada hari berikutnya, 8 Juli, Modi dijadwalkan melanjutkan kunjungannya ke Yogyakarta sebelum bertolak ke Australia sebagai rangkaian lawatan di kawasan Indo-Pasifik.(lea/ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

