Minggu, 16 Agustus 2026

Dukung Kendaraan Listrik, BRIN Kembangkan Material Baterai dari Limbah Batu Bara

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Arif Satria Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Setpres

Arif Satria Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan grafit artifisial/buatan dari limbah batu bara untuk menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik. Pengembangan itu untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

“Di sektor hulu material masa depan, BRIN tengah mengembangkan Baterai Li-ion Generasi 5V serta memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara,” kata Arif di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Menurut Arif, grafit artifisial yang dikembangkan BRIN sudah punya tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8 persen.

Selain pengembangan material baterai, BRIN juga menghasilkan sejumlah purwarupa kendaraan listrik. Antara lain MEVI DELL-E dalam versi I-Seater dan O-Seater, serta E-TRIGO berupa kendaraan listrik roda tiga untuk kebutuhan niaga dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Selain itu, BRIN juga terus mengembangkan teknologi konversi kendaraan untuk menekan konsumsi bensin.

“BRIN juga mematangkan sistem konversi hibrid (penggabungan mesin bensin, motor listrik, dan controller) yang memiliki potensi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20-40 persen, serta konversi motor listrik yang memanfaatkan rangka motor eksisting dengan biaya yang jauh lebih terjangkau,” tutur Arif.

Adapun pengembangan teknologi itu sejalan dengan rencana pemerintah mempercepat penggunaan kendaraan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

Sebelumnya, Prabowo Subianto Presiden RI menyatakan pemerintah akan memberikan insentif bagi perusahaan Indonesia yang mampu memproduksi satu juta motor listrik di dalam negeri.

Insentif itu diarahkan untuk menekan harga kendaraan bagi masyarakat, mengurangi konsumsi BBM impor, serta memperbesar industri motor listrik nasional dan rantai pasoknya. Rantai industri itu mencakup baterai, komponen, perangkat lunak hingga layanan purnajual.

Prabowo juga menyebut Indonesia sudah memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.

“Kami akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan, Jumat (14/8/2026). (ant/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 16 Agustus 2026
29o
Kurs