Emil menyebut, lebih dari 200 pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro sudah diperbolehkan pulang. Namun, masih terdapat 92 pasien yang menjalani observasi dan tiga pasien yang masih menjalani rawat inap.
Sementara itu, jumlah pasien di RS Siti Hajar juga cukup banyak. Dari sekitar 77 pasien yang masuk, lebih dari 30 orang masih menjalani rawat inap.
“Total ada delapan rumah sakit tetapi yang terbanyak ini adalah di RSUD Notopuro yang masuk sana, sekitar 330-an kalau tidak salah,” ujarnya.
Emil juga menekankan pentingnya meluruskan informasi mengenai asal makanan yang dikonsumsi para korban. Menurutnya, korban tidak hanya berasal dari satu pondok pesantren atau satu lembaga pendidikan.
“Kalau ada informasi bahwa mereka mengkonsumsi juga dari pihak pesantren itu sudah mungkin perlu diimbangi dengan informasi bahwa memang yang dirujuk rumah sakit ada dari 19 lembaga,” jelasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

