Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden santri keracunan diduga akibat mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.
Hal itu disampaikan Wagub Jatim waktu meninjau para santri yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu (2/9/2026) dini hari.
Untuk diketahui, RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak yang mencapai sekitar 200 santri.
“Jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini dalam waktu yang sangat pendek semuanya bisa ditangani. Nggak ada pasien yang terbengkalai,” katanya.
Emil menjelaskan, penanganan awal korban difokuskan pada rehidrasi melalui infus sebelum pemberian obat sesuai kondisi masing-masing pasien.
Selain itu santri yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti asma maupun alergi obat, juga dipastikan mendapat penanganan khusus oleh tim nakes.
Meski sejumlah santri sudah ada yang diperbolehkan pulang karena kondisi membaik, Emil menegaskan pihak rumah sakit tetap dalam kondisi siaga dengan memanggil tenaga medis yang berstatus on call.
Di sisi lain, Emil memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal bagi pasien lain di luar kasus keracunan, termasuk anak-anak yang dirawat karena demam maupun gangguan lambung.
Dalam kesempatan itu, Wagub Jatim membantah kabar yang beredar mengenai adanya korban meninggal akibat keracunan massal tersebut.
“Tidak ada yang meninggal. Kita doakan semua bisa diikhtiarkan oleh tenaga medis. Insyaallah sudah banyak yang bisa dipulangkan,” tegasnya.(wld/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

